Selasa, 01 April 2014
“wooy…” suara Cintya megagetkanku. “apaan sih, ganggu aja” jawab ku
dengan cuek. “gue bawa berita baru, loe pasti kaget dengernya” kata
Cintya. “kabar apaan?” balasku. “Mikha sama Dinda jadian loooh”. “ooh”
jawabku. “gak asiik loe”. Cintya pergi dengan muka kesal.
Aku berpura-pura tak perduli dengan kabar yang dibawa Cintya, namun
hati ini tak bisa berbohong, hati ini sangat sakit mendengarnya. tanpa
terasa air mata menetes melewati pipi dan jatuh ke bumi. Aku mencinta
Mikha, aku amat sangat menyayanginya dengan tulus, namun aku hanya dapat
menyimpannya dalam hati, tanpa ada seorang pun yang tahu kecuali aku.
Aku dan Mikha adalah sahabat. kami selalu bersama bagai bintang dan
rembulan, karena kedekatan ini aku mulai menyadari bahwa aku
mencintainya, namun kedekatan ini hanya sebagai sahabat di mata Mikha.
akhir-akhir ini Mikha menjauhiku, dia tak pernah berbicara lagi dengan
ku, dia tak tersenyum ketika kita bertemu, dia sangat cuek seperti
seseorang yang tak saling mengenal.
Beberapa hari ini aku sering melamun, aku tak konsen di kelas, bahkan
aku sering menangis tanpa sebab yang jelas, aku terlihat sangat lemah.
mungkin ini rasanya patah hati karena cinta.
Ketika ku berjalan di lorong sekolah, ku melihat Mikha dan Dinda,
mereka sangat dekat, mereka sangat akrab bahkan mereka bercanda gurau
dan saling menggandeng tangan. mereka terlihat seperti pasangan yang
bahagia.
Aku tak ingin berada di tengah-tengah mereka.. ya tuhan ampuni aku
yang telah bersedih melihat sahabat ku bahagia, tuhan ku hanya ingin
melihatnya tersenyum, melihatnya bahagia walau tak bersama ku, biar saja
tuhan aku yang bersedih, biar saja aku yang merasakan paatah haati.
Akan ku simpan rasa cinta dan sayang ini di dalam hati yang sangat
dalam, tanpa ada seorang pun yang dapat melihatnya bahkan mengetahuiya,
dan aku percaya bahwa “CINTA TAK HARUS SALING MEMILIKI”
Cerpen Karangan: Amalia Tussyahada


0 komentar:
Posting Komentar