Selasa, 01 April 2014
Setiap hari aku berangkat pagi hari agar tak terlambat. Ketika aku
duduk di depan kelas, aku melihat sosok yang membuat mata ini tak mau
pergi, dia sedang asik mengobrol dengan temannya. Tak tersa aku sudah
naik kelas, yes senangnya. Aku naik kelas dan otomatis teman sekelasku
juga baru. Tak menyangka aku bisa sekelas dengannya. aku senang bisa
sekelas dengannya. Karena aku bisa mengetahui namanya dan juga bisa
lebih dekat dengannya. Karena dari dulu aku tidak tahu namanya, dan aku
sama sekali tidak kenal.
Aku selalu memandangnya, tapi ia tidak menyadari kalau ada yang sedang memperhatikannya. Sepertinya aku mulai menyukainya, namun aku tak berani untuk mengungkapkan kepadanya. Suatu hari dia bertanya kepada ku “itu apaan de?” aku pun menjawab “oh, ini kertas..”
Ia pun bertanya lagi “buat apaan?” karena aku polos dan juga deg-degan aku asal jawab saja “ini buat gambar.” jawabku yang singkat.
Suatu kali dia pernah bertanya juga dan menatap mataku, di situ hati ini langsung dag dig dug derrr… Aku ingin sekali berbicara dengannya dan mengungkapkan isi hatiku, tapi aku tak punya keberanian untuk melakukan itu. Aku hanya bisa memandangnya dari kejauhan. Dia sudah mempunyai seorang kekasih, kekasih cantik dan juga pintar. Aku jadi minder. Marena dia sudah punya pacar, semakin saja aku memendam perasaan ini.
Akankah dia akan tahu tentang perasaan ku ini? huh… entahlah mungkin aku hanya melihat dia dari kejauhan saja. Mungkin suatu saat takdir yang akan memberitahu kepadanya.
Cerpen Karangan: Nayna M Novia
Aku selalu memandangnya, tapi ia tidak menyadari kalau ada yang sedang memperhatikannya. Sepertinya aku mulai menyukainya, namun aku tak berani untuk mengungkapkan kepadanya. Suatu hari dia bertanya kepada ku “itu apaan de?” aku pun menjawab “oh, ini kertas..”
Ia pun bertanya lagi “buat apaan?” karena aku polos dan juga deg-degan aku asal jawab saja “ini buat gambar.” jawabku yang singkat.
Suatu kali dia pernah bertanya juga dan menatap mataku, di situ hati ini langsung dag dig dug derrr… Aku ingin sekali berbicara dengannya dan mengungkapkan isi hatiku, tapi aku tak punya keberanian untuk melakukan itu. Aku hanya bisa memandangnya dari kejauhan. Dia sudah mempunyai seorang kekasih, kekasih cantik dan juga pintar. Aku jadi minder. Marena dia sudah punya pacar, semakin saja aku memendam perasaan ini.
Akankah dia akan tahu tentang perasaan ku ini? huh… entahlah mungkin aku hanya melihat dia dari kejauhan saja. Mungkin suatu saat takdir yang akan memberitahu kepadanya.
Cerpen Karangan: Nayna M Novia
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar